PASAINS
Pecinta Alam FMIPA Universitas Gadjah Mada
Menilik Basecamp Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu
By Suratmi, PASAINS 18
Gunung Lawu, 27 Agustus 2017
Dinginnya udara pagi yang menembus kulit menemani menyambut mentari. Panorama indah dari basecamp Cemoro Sewu memanjakan mata yang mamandangnya. Keindahan yang tak bisa dilewatkan oleh siapapun termasuk para pendaki Gunung Lawu. Cemoro Sewu adalah salah satu tempat wisata di lereng Gunung Lawu yang juga digunakan sebagai gerbang pendakian. Lokasinya berada di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, tepatnya di jalur jalan provinsi antara Magetan-Solo melalui Tawangmangu. Basecamp ini berada di ketinggian 1820 mdpl dan tidak jauh dari basecamp Cemoro Kandang yang masih berada di Provinsi Jawa Tengah.
Cemoro Sewu merupakan basecamp pendakian Lawu yang paling diminati. Di sini terdapat fasilitas yangmemadai seperti toilet, tempat parkir, serta mushola di sebrangnya. Jalur pendakiannya pun tergolong mudah karena terdiri dari jalur setapak berbatu yang telah tertata rapi menghubungkan basecamp hingga ke puncak. Setelah masuk ke pintu gerbang, di sekitar jalur pendakian ditumbuhi vegetasi berupa pohon cemara yang tumbuh lebat sehingga daerah ini dinamai Cemoro Sewu yang artinya seribu cemara. Keberadaan basecamp ini tidak luput dari bantuan pemerintah daerah. Awalnya bangunan yang menjadi basecamp pendakian ini adalah basecamp pemantauan hutan yang ada sejak tahun 1980. Berubahnya menjadi basecamp pendakian karena panggilan hati dari seorang warga untuk mengelola basecamp dan mendapatkan penghasilan bagi basecamp sendiri. Hingga kini, telah 35 tahun bangunan tersebut menjadi basecamp Paguyuban Giri Lawu. Pengasilan yang didapat pun hanya mengandalkan parkir dan persewaan barang-barang untuk mendaki. Selain itu basecamp tidak menarik uang bagi para pendaki yang menginap atau istirahat, namun tetap menerima jika ada yang sukarela memberikannya.
Kumpulan foto-foto di sekitar basecamp pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu.
Paguyuban Giri Lawu adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat Cemoro Sewu yang berdiri pada tahun 1998. Paguyuban ini berperan sebagai team rescue atau tim penolong darurat untuk mengantisipasi kecelakaan yang terjadi ketika melakukan pendakian Gunung Lawu. Kepedulian warga sekitar terhadap basecamp ini ditunjukkan dengan menjadi sukarelawan sebagai anggota Paguyuban Giri lawu. Saat ini ada 35 orang yang menjadi anggota paguyuban tersebut. Tiap harinya sekitar 3-4 orang akan bergantian menjaga basecamp dan menemani para pendaki yang singgah. Paguyuban ini juga memiliki prinsip menolong sesama. Seperti ungkapan yang disampaikan ketua Paguyuban Giri Lawu, Manusia tidak luput dari salah, maka dari itu minta maaf. Menolong orang bagaimanapun keadaannya semua dilakukan dengan ikhlas.
Tak hanya mengelola basecamp, Paguyuban Giri Lawu juga membantu pemerintah dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di sekitar Cemoro Sewu. Contohnya seperti upacara kemerdekaan 17 Agustus, 1 Suro, serta peringatan hari gunung yang diselenggarakan tiap tahun di basecamp. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan pendaki dari seluruh penjuru. Keadaan saat ini, basecamp tidak pernah sepi oleh pendaki. Tiap minggunya para pendaki yang singgah di basecamp ini mencapai 400 orang. Sebagian dari angka tersebut didapat pada akhir pekan. Selain menjadi basecamp para pendaki, Cemoro Sewu merupakan tempat wisata. Di balik pintu gerbang pendakian, terdapat taman bermain yang biasa dikunjungi wisatawan saat hari biasa maupun akhir pekan. Selain itu juga terdapat hutan lindung yang ditumbuhi beraneka jenis tumbuhan baik yang masih banyak jenisnya maupun yang sudah langka dan satwa liar di dalamnya.
“Manusia tidak luput dari salah, maka dari itu minta maaf. Menolong orang bagaimanapun keadaannya semua dilakukan dengan ikhlas.”
— Paguyuban Giri Lawu —
